Cerita Panas Ngentot dengan Teman Kantor

681457_38.jpgIni kejadian nyata yang pernah saya alami. Nama saya Eka (saat itu berumur 24 tahun), saya bekerja di salah satu perusahaan swasta di ibukota. Kehidupanku biasa-biasa saja dan karena masih muda saya masih suka bersenang-senang dengan teman-teman. Saya ingat waktu itu malam Sabtu, kebetulan keesokan harinya libur saya dan teman saya dugem di sebuah club. Kebetulan sekali saya bertemu dengan rekan sekantorku yang bernama Heny. Dia wanita yang menarikwalaupun wajahnya tidak terlalu cantik, badannya kecil namun montok dan punya ukuran payudara yang menantang. Namun saat itu saya tidak ada perasaan apa-apa dengannya.

Akhirnya kami berdua duduk satu meja bersama teman-teman yang lain. Kami berdua menikmati minuman yang ada di meja. Teman2ku dan temannya entah pada kemana, kemudian kamipun menikmati musik dan saling berpelukan. Entah bagaimana bisa terjadi namun kami berciuman dan saling memainkan lidah. Setelah beberapa lama saya ijin untuk ke toilet, setelah di toilet barulah saya berpikir dan malu. Akhirnya saya tidak kembali ke meja tersebut.

Setelah di rumah saya melupakan semua itu dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ketika hari Senin masuk kerja, saya saling bertatapan dengan Heny, rupanya dia agak sedikit malu dan tersenyum kepada saya. Hari demi hari, bulan demi bulan, hingga 1 tahun kejadian tersebut, kamipun sudah tidak canggung lagi dan berteman seperti rekan kerja biasanya.

681450_34.jpgSaat ada tour ke Bali beserta seluruh karyawan, saya dan Heny duduk bersebelahan di Bus yang disewa oleh perusahaan. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 1 hari. Saat malam hari kami sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan Ketapang. Saat itu Heny tertidur pulas. Entah mengapa pikiranku menuju ke tahun lalu saat berciuman dengannya, dan tiba-tiba kontolku berdiri tanpa sebab. Heny mengenakan selimut, dan dengan sengaja saya mengangkat pembatas / tempat menaruh tangan di tengah-tengah kursi kami berdua, sehingga Heny merebahkan kepalanya ke badanku. Pikiran kotorku tiba-tiba merasuk, dengan sengaja aku membuka sedikit kerah bajunya untuk melihat belahan dada Heny yang montok ini. Karena agak gelap saya pun menyenternya menggunakan HP, saya sedikit menikmati pemandangan itu, namun tiba-tiba Heny bergerak dan saya pun pura-pura tidur dengan jantung yang berdebar-debar. Hingga akhirnya saya pun tertidur pulas. Saya terbangun karena Bus agak terguncang, dan ternyata sudah naik ke atas kapal laut.

Di kapal laut ini kita semua harus turun, saya menawarkan Heny untuk menyewa kamar, dan ternyata diapun mau. Setelah masuk kamar yang harganya Rp60,000. Dia langsung tertidur tanpa berbicara apapun. Saya tidak bisa tertidur sama sekali karena terus membayangkan tubuhnya yang seksi. Entah ada setan apa yang merasuk sehingga aku ingin sekali ngentot dengannya. Namun rasa takutku lebih besar dari nafsu yang membakar otakku.

681440_27.jpgSaat 10 menit tertidur, saya mencoba berbuat usil lagi. Kebetulan saat itu dia memakai baju kemeja dan celana jeans ketat dengan sabuk berwarna kuning. Saya sengaja menyingkap selimutnya hingga ke perut, sehingga saya bisa melihat selangkangannya yang ditutupi celana. Saya agak terkejut ketika melihat sabuknya tidak diikat dan kancing celananya tidak dipasang dengan resleting yang hanya setengah tertutup. Saat itu posisinya terlentang, satu kakinya ditekuk dan satunya lagi tetap lurus. Saya mencoba membuka resletingnya dengan sangat pelan dan sangat mendebarkan. Setelah mencoba akhirnya resletingnya terbuka. Saya hanya bisa melihat celana dalamnya saja dan sengaja saya mendekatkan wajah ke celana dalamnya untuk mencium aroma memeknya. Kemudian saya menyentuhnya dengan hati-hati. Ketika ingin mencoba memasukkan jari ke dalam celana dalamnya bel kapal pun berbunyi, dan ternyata sudah hampir sampai. Saya pun berpura-pura tidur.

Setelah sampai di Bali, saya sangat ngantuk karena tidak sempat tidur karena terus saja “mengerjai” Heny sepanjang perjalanan. Tapi saya tetap menguatkan diri untuk mengobrol dengannya. Mungkin karena ngantuk atau entah mengapa saya tiba-tiba ngomong dan menawarkan untuk satu kamar di hotel yang telah disewa oleh perusahaan. Dan lagi-lagi dia mau, benar-benar beruntung. Saat sampai di hotel kami makan siang dan diberi kesempatan untuk istirahat hingga malam hari. Saya bertukar kamar dengan teman saya, kemudian saya menelpon Heny untuk pindah ke kamar saya dan dia bilang “Oke, sekalian saya mau mandi di sana”. Wah mendengar kata mandi kok tiba-tiba pikiran kotorku kembali membara. Saya terus berpikir bagaimana caranya dapat melihat tubuh Heny saat telanjang bulat.

Ide pertama saya ingin merekamnya saat mandi dengan cara menaruh HP berkamera, namun terlalu riskan dan bisa ketahuan. Akhirnya saya baru sadar, ternyata kamar mandi tersebut mempunyai celah yang kecil. Saya kemudian mengambil sebuah sendok besi yang dilengkapi dengan pisau untuk memotong roti. Saya membuat celah tersebut hingga menjadi lebih besar dan akhirnya berhasil.

Bel kamarkupun berbunyi, dengan jantung yang berdebar, saya membukakan pintu dan Heny masuk ke kamarku membawa sebuah tas yang isinya pakaian-pakaiannya. Kemudian kami ngobrol sedikit dan dia ijin untuk mandi. Inilah saat-saat yang sangat mendebarkan. Saya sengaja mematikan lampu di dekat kamar mandi agar tidak ketahuan saat mengintip. Oh ya sebelumnya saya mengikat tirai bath up agar Heny tidak menutup tirai tersebut. Saat air mulai berbunyi, saya pun memulai aksi untuk mengintip. Wow, pemandangan yang sangat indah. Heny telanjang bulat tanpa dililit sehelai benangpun. Dia membelakangi pintu sehingga saya puas melihat pantatnya yang semok, serta saat dia menyabuni kakinya dan sedikit menungging, pantat serta memeknya tampak sangat indah mengalahkan pemandangan apapun di muka bumi ini.

681455_37.jpgKarena sudah terlalu konak melihat kejadian ini, saya membuka celana dan kemudian beronani sambil mgintip Heny yang sedang mandi. Kocokan demi kocokan saya lakukan hingga air mani tumpah ke lantai di depan kamar mandi. Sayapun buru-buru mengelapnya takut ketahuan Heny. Setelah itu saya nonton TV dan akhirnya tertidur. Saat waktunya makan malam, Heny membangunkan saya, kemudian saya mandi dan memakai baju yang lebih rapi. Setelah makan malam ada sedikit kegiatan perusahaan, namun pikiranku tidak bisa fokus karena selalu terbayang pantat dan memek Heny.

Setelah acara selesai, kami berdua kembali masuk kamar, saat Heny pipis saya kembali mengintipnya, bahkan saat buang air besarpun saya tetap mengintipnya. Lama-kelamaan saya ingin sekali ngentot dengannya. Saya terus mencari cara, saya ingin berpura-pura nonton BF namun trik tersebut sangatlah bisa dibaca. Ingin memesan minuman dan memberikan obat perangsang, takut ketauan juga. Akhirnya saya pasrah dan hanya berharap dia masuk kamar mandi dan saya mengintipnya lagi.

Saat menonton TV kebetulan saat itu acara Dunia Lain yang mencekam. Kulihat Heny menutup badannya dengan selimut dan terlihat seidkit memejamkan mata, dan artinya itu dia takut. Kemudian saat sedang tegang-tegangnya saya ke kamar mandi, dan Henypun berteriak “Mau Kemana?” Aku jawab ke kamar mandi, tiba-tiba dia mengatakan “Ikuuuuut!!!”. Wah, mungkin dia sedang iseng, tapi ini membuat jantungku kembali berdegub kencang. Kemudian saya bilang “Ayooo ikut”. Ternyata dia serius, Heny membuka selimut dan berlari ke arahku sambil mengatakan “Jangan tutup pintunya, takut”. Aku mengatakan “Wah nanti ngintip kalo gak ditutup”, “Gak ngintip kok, tenang aja, saya cuma takut” Kata Heny. Tapi karena otakku yang sudah sangat merangsang dan nafsu sudah diubun-ubun, saya terus merayunya, “Kita di kamar mandi berdua yuk, intip-intipan” Kataku. Tiba-tiba dia melotot ke arahku dan akupun jadi takut. “Jangan melotot gitu ah, iya gak ditutup kok pintunya” Kata saya yang agak takut karena lancang berbicara seperti itu.

Setelah acara selesai, saya tetap tidak bisa tidur karena kontolku tetap saja berdiri tidak bisa turun. Kalau mani ini tidak disemprot keluar, maka saya tidak akan bisa tidur. Saat itu saya mendengar suara keypad HP, dan saya melihat ternyata Heny belum tidur. Saat itu sudah hampir jam 3 pagi, saya bertanya, “Hen, kok belum tidur?”. Dia balik bertanya “Kamu juga kok belum tidur?”. Saya dengan iseng menjawab “Abis kamu tak ajak ke kamar mandi berduaan gak mau” dan karena takut dia marah lagi saya langsung mengatakan “Bercanda kok, saya gak bisa tidur gak ada yang peluk sih” dan dia bilang “Sama”. Itu berarti dia ingin dipeluk. Saya menawarkan diri, “Saya aja yang peluk ya”, dan dia membalas “Boleh, sini”. Waaaawww, apakah ini sebuah keajaiban? Saya berpindah ke tempat tidurnya yang memang kebetulan double bed ukuran kecil. Saya sok cool berjalan ke arahnya dan kemudian memeluknya dari belakang. Saat memeluk perutnya, tanpa sengaja saya menyentuh payudaranya yang kenyal, rupanya dia tidak mengenakan Bra. Hampir setengah jam saya memeluknya, kemudian tiba-tiba dia memegang tanganku dan mengarahkan ke payudaranya. Ini berarti dia minta diremas. Dengan hati-hati saya meremas payudaranya, diapun melenguh pelan. Saat itu dia memakai daster.

Dengan berani saya mengarahkan tangan saya ke memeknya melalui belakang. Saya mengelus memeknya dan pantatnya yang masih dibalut celana dalam. Kemudian saya memasukkan tangan ke dalam celana dalamnya agar dapat merasakan hangat memeknya. Ternyata memeknya sudah sangat basah sehingga dengan mudah jariku masuk ke dalam lubang memeknya. Sambil memainkan lubang memek Heny, sesekali saya mengelus lubang pantatnya. Tangan kananku tetap meremas payudaranya. Tangan Heny ke arah belakang mencari kontolku dan kemudian mengocok kontolku dari luar.

Akhirnya saya membuka baju dan celana hingga telanjang bulat, Heny pun telanjang bulat. Karena nafsuku sudah diubun-ubun, aku mengarahkan kontolku ke mulutnya. Diapun dengan sigap mengulum kontolku sambil menekan pantatku. Tidak sampai 2 menit, air maniku keluar di dalam mulut Heny. Diapun tampak kecewa, namun hanya diam saja. Kemudian saya memeluknya dalam keadaan telanjang bulat.

Saat memeluknya dari belakang, entah karena mungkin kontolku terus bergesekan dengan pantatnya sehingga nafsuku kembali naik. Kemudian aku tidur berbalik dengan arah kepalaku di pantatnya. Aku membuka lubang memeknya serta menjilatinya dengan penuh nafsu. Tidak ketinggalan lubang pantatnya pun terkena jilatan saya.

Dia kembali mendesah, dan kemudian saya mengajaknya untuk bergaya 69 namun kali ini saya yang di atas. Setelah beberapa saat, saya kemudian mengarahkan kontolku ke memeknya dan menyodoknya sekeras mungkin. Kami berduapun mendesah sejadi-jadinya karena nafsu kami yang tertahan. Setelah beberapa menit kusodok, Heny kusuruh menungging. Sebelum kusodok, kembali aku menjilati memeknya dari belakang. Pemandangan yang sangat langka ini tidak akan kusia-siakan. Aku menjilati lubang memek dan lubang pantat Heny. Dia sangat menikmatinya, dan dengan iseng kucoba memasukkan jariku ke lubang pantatnya. Heny hanya diam saja.

Kembali kuentot dia dari belakang sambil jariku kumasukkan ke lubang pantatnya. Setelah beberapa menit, maniku keluar dan kutumpahkan di pantat Heny. Setelah itu kamipun tertidur pulas dalam keadaan telanjang bulat. Saat pagi, Heny membangunkanku, kulihat dia masih telanjang dan mengajakku untuk mandi samaan. Di kamar mandi kami ngentot sebelum mandi dan sarapan.

Sekarang saya telah menikah dan memiliki anak 1 yang baru berumur 3 tahun. Namun hingga kini saya sering ngentot dengannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *